Senin, 15 Juli 2013

Selanjutnya, terapi Wicara

Tahap selanjutnya yg kami tempuh yaitu terapi wicara. Setelah berbulan-bulan galau tak menentu alias belum yakin dengan apa yg dihadapi. hehe
Kami sudah sempat memanggil terapisnya ke rumah, untuk daftar serta menanyakan biaya, program, dll. Terapisnya baik, tegas, dan keibuan, yah memang beliau sendiri seorang ibu dari 3 anak laki2. Alhamdulillah, rejekinya Bram dapat terapis yang kelihatannya baik. Semoga telaten ya Bu.. Sekilas saya tanya, "Kira2 menurut pendapat ahli anak saya knp?"
"Sepertinya sih ASD, ASD itu ada Autis, ADD, ADHD, Asperger, dll"
"Ya cenderung kemana Bu?"
"Kalau dilihat dari tadi main2 gak jelas, lari2 gak ada tujuannya, sepertinya ADHD."
"Tapi menurut berita2 yg saya baca, anak laki2 cenderung telat bicara?"
"Kata siapa? Anak2 saya tiga tidak begitu, bicara on time."
"Setiap anak berbeda2 bu perkembangannya..."
"Tapi Adik Bram kan udah hampir 2 tahun, tapi perkembangan biacaranya seperti anak 0-6 bln. Ini yg harus dikejar."
"Apa nanti anak saya gak stress kalau diajari terus menerus gitu?"
"Caranya dong Bu... kalau dibikin permainan kan gak bosen."
*Tapi ada sesuatu yg bikin gmn gt? Yah memang tegas sih. Tapi ada sedikit menyalahkan kami, yg kadang menonton TV. Jujur aja ya, sayaah sudah gak up to date lagi soal gosip, berita, atau acara2 apapun.
Karena kadang TV dimatikan sebisa mungkin. Tapi kalau ada acara menarik tetep nyala sih.
Cuma ya kita sudah berusaha. Apalagi Daddy paling gak bisa gak nonton TV, bisa mati kekeringan.
Anggaplah ini sebagai ujian kami, untuk ke tahap selanjutnya. Agar kami berdua kuat dan tabah dengan apapun yang kami hadapi di masa depan.
Masih pengen kuliah s2 Mommy? Why not?? Alasan seperti ini, memang penting. Tapiii, lebih penting mana ketika di masa depan nanti akan lebih banyak manfaatnya?? Save the best for the last. Kami tinggal dekat dengan orang tua kami *Eyang2nya Bram*. Menjaga mereka, menemami mereka. *lebaay*. Lebih buuuuanyaak lagi waktu sama Bram. *Angan-angan semu belaka*
Sayaah bisa mengajari Bram lain bahasa tanpa harus les. Pikiran sayah terbuka melihat dunia. Kenapa tidak?
Alasan sayah pengen cepet aja sekolah fokus. Karena tau sendirilah di sini... Kemaren waktu mengambil tes TOEFL, mau belajar gmn gitu, lihat Bram ma Daddy main ikutan main... Lihat Bram bobok, ikutan bobok... Lihat Bram makan, ikutan makan... Hampir tidak ada waktu buat belajar. Masalahnya adalah Bram punya waktu belajar (Belajar menurut dia adalah bermain). Jadinya main mulu...hehe
Buka buku bentar si Daddy udah teriak-teriak... "Mooooommmy, anakmu iki lhooo?"
"Oppooo seh Daddy?" jawabku, selalu begitu, dst.*kapan buka bukunya?*
Yah begitulah...
Pada akhirnya, kami serahkan Bram kepada pihak yang berwajib *menanganinya...
Bukannya sayah dan daddy tidak bisa. Tapi kami belum tahu saja caranya menangani "special case" begini.
Selanjutnya semoga akhir cerita ini happy ending.
all is well.. Amin....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar